Memilih Isi Kurikulum

 

BAB VI “MEMILIH ISI KURIKULUM”

Dari Kitab “Kurikulum dan Elemennya” Karya Prof. Ibrahim Bayouni Amira

Penerbit Daarul Ma’arif Edisi Ke-3 Tahun 1991

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah

“Manajemen Kurikulum Pendidikan Islam”

 

 

Dosen Pengampu:

Dr. Basuki, M.Ag.

Disusun oleh:

Mualifah Khoirunnisa 502210026

Octaviani Rizki M        502210031

 

MPI B1

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

PASCA SARJANA  INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONOROGO

2021

 

 

 

 

MEMILIH ISI KURIKULUM

Sebagian besar pendidikan informal berlangsung di luar sekolah. Misalnya saat berinteraksi dengan orang lain di kehidupan sehari-hari, dengan anggota kelompok, lembaga, peristiwa, fenomena yang terjadi, dan lainnya. Tetapi pendidikan informal yang berangsung sehari-hari ini belum memenuhi kebutuhan pendidikan di masyarakat. Ini dikarenakan pendidikan informal meninggalkan beberapa hal. Masyarakat butuh jenis pendidikan yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang paling penting dari umat manusia sepanjang sejarah, yang dicatat, dipilih untuk diturunkan dari generasi ke generasi, dengan cara memasukkannya ke dalam kurikulum. Bagian ini adalah isi kurikulum yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan seefektif mungkin, dan isi kurikulum adalah elemen kedua darinya. 

 

Materi Kurikulum Terdiri Dari

Isi kurikulum terdiri dari fakta, prinsip, definisi, dan pengetahuan lainnya yang mencakup keterampilan seperti membaca, berhitung, observasi, klasifikasi, pengukuran, komunikasi, inferensi, berpikir kritis, dan pengambilan keputusan. Juga mencakup nilai keyakinan tentang baik dan buruk, benar salah, kebaikan dan keburukan, kompetisi dan kerjasama. Aspek-aspek konten isi ini bersifat koheren dalam kurikulum. Sehingga setiap pengalaman belajar yang diterima siswa mengandung aspek pengetahuan, proses dan keterampilan, nilai dan keyakinan. Bisa juga disebut dengan aspek kognitif, keterampilan, dan emosional. Kita harus mengingat hal ini dalam merencakan kurikulum.

 

Memilih dan Mengatur Isi Kurikulum

Saat menyusun kurikulum harus memasukkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap/nilai. Yaitu Bagaimana Anda memilih isi pendekatan dan tentu saja ini terjadi atas dasar standar hidup, kriteria yang dilihat oleh sarjana kurikulum. Kriteria pengembangan kurikulum layak untuk diperhitungkan dan dipertimbangkan.

Namun tugas belum berakhir pada tahap seleksi, mengadaptasi, menyusun pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai tersebut, dan bagaimana akan disajikan kepada peserta didik. Inilah yang disebut dengan pengorganisasian isi kurikulum ini berkaitan dengan masalah memilih konten kurikulum namun berlanjut pada penyusunan pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai tersebut. Agar dapat mengembangkan peserta didik. Pengorganisasi isi kurikulum dilakukan dengan memilih dan mengatur materi.

 

Pemilihan dan Peningkatan Pengetahuan

Saat ini kita hidup di masa pertumbuhan pengetahuan yang sangat cepat. Pengetahuan di bidang apapun berlipat ganda dalam beberapa tahun. Misalnya diperkirakan pengetahuan kimia berlipat ganda dalam tujuh tahun. Maka memilih isi menjadi kebutuhan mutlak dalam kurikulum. Dan bagaimana memilih isi kurikulum?

 

Dasar dan kriteria pemilihan isi kurikulum.

Philip Phoenix 1956 berpendapat bahwa “ekonomi dan kecukupan dalam pembelajaran untuk era di mana pengetahuan berkembang dengan pesat, dapat dicapai paling baik dengan berfokus pada konsep-konsep yang merupakan kunci pengetahuan pada bidang pembelajaran.” Tetapi bagaimana anda sampai pada konsep-konsep itu? Untuk itu dibutuhkan sitesis dan klasifikasi pengetahuan, identifikasi konsep-konsep utama, dan hubungan antar keduanya.

Dan telah sampailah penelitian pada tahap mendisiplinkan sebuah pengetahuan. Ini sesuai dengan perumpamaan yang dikemukakan oleh Elip Lynx bahwa “hari ini adalah gelombang ombak air di ladang”. Yang artinya harus memperluas isi kurikulum dari bidang organisasi dengan kata lain pengetahuan yang terkandung dalam bidang ini. Diharapkan agar materi kurikulum berasal dari disiplin keilmuan dan pengetahuan lainnya yang berhubungan satu dengan lainnya.

Definisi dan Karakteristik Domain Kognitif Terorganisir

Hoyler mendefinisikan bidang pengetahuan yang terorganisir sebagai kumpulan pengetahuan yang terkait dengan bagian kognitif yang sesuai dengan minat manusia. Dan digunakan untuk menyelesaikan beberapa kasus, yang merupakan logika dalam menjelaskan dan menyajikan pengetahuan. 

Dan sistem bidang pengetahuan diberi nama sesuai dengan fenomena yang dihadapinya, bidang yang ditanganinya, aturan dan metode yang diikutinya dan sejarahnya. Setiap bidang pengetahuan berbeda dari yang lain. Seperti bidang  (fisika, kimia, matematika, sejarah, politik, ekonomi, fiqih, bahasa, seni)

Dan setiap bidang pengetahuan berkaitan dengan kondisi hidup kita. Mueller berpandangan bahwa “setiap bidang pengetahuan berkontribusi pada pembentukan dunia tempat kita hidup, degan sudut orientasi yang berbeda dengan yang lain.

Philip Phoenix menyatakan “kekuatan terpenting bidang pengetahuan berkaitan dengan apa yang dikandungnya.” Dan keawaman, pemahaman, cara pandang, cara atau metode menyelesaikan masalah, membantu dalam menghasilkan atau membuat pengetahuan baru.

 

Struktur Bidang Pengetahuan

Fausya berkata bahwa setiap bidang ilmu pengetahuan terdiri dari 3 unsur, yaitu:

1.        Domain berkaitan dengan wujud nyata, atau berkatan dengan kehidupan manusia. Seperti Kimia yang berkaitan dengan wujud kimiawi, agama berkaitan dengan unsur keagamaan, syair berkaitan dengan salah satu perasaan dalan seni, ilmu psikologi berkaitan dengan sikap dan perilaku manusia. Maka setiap penelitian di lapangan mencoba mencari kejelasan atas suatu peristiwa

2.        Cara atau metode yang digunakan peneliti saat mencari ilmu pengetahuan di lapangan. Yang digunakan untuk menilai kualitas hasil dan berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi. Metode dan aturan ini mencakup semacam kriteria untuk menilai pola yang susuai pada suatu keadaan. Beberapa data digunakan untuk ilmu Sosiologi untuk menggambarkan fenomena tertentu dan struktur kelas sosial. Penggunaan data ekonmi untuk untuk mengetahui pergerakan ekonomi.  

3.        Sejarah dan pengetahuan yang telah dimiliki diintervensi dalam pengambilan keputusan pada bidang yang ditekuni. Atau aturan yang diikuti dalam kemajuan dan pertumbuhan bidang pengetahuan.

Sedankan Schwab (1964)mengataka bahwa “bidang ilmu yang diterima meliputi 3 komponen yang memiliki kelebihan satu dengan lainnya”, yaitu:

1.        Metode di mana akumulasi pengetahuan diatur di lapangan, yaitu jumlah hal yang ada di dalamnya. Memperluas apa yang dipelajari di dalamnya, dan yang dipelajari orang lain. Misalnya struktur sel dalam biologi, sambil mempelajari struktur stoma dalam fisika.

2.        Seperangkat konsep dasar yang digunakan untuk menggambarkan banyak fenomena di lapangan. Maka konsep yang digunakan untuk mencapai pemahaman terhadap suatu fenomena.

3.        Seperangkat cara yang digunakan di  lapangan untuk memperoleh dalil nyata. Dan metode penelitian yang digunakan untuk menemukan pengetahuan yang berbeda di dalamnya. Bidang ilmu pengetahuan mencari ilmu yang berbeda,metode, aturan, serta ekpekstasi berbeda yang digunakan di dalamnya. Demikian diketahui dalil dan pembuktiannya.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa bidang pengetahuan yang terorganisir memiliki 4 aspek yaitu:

1.        Konsep atau pemahaman yang merujuk pada hal yang lebih kompleks.

2.        Kerangka pengetahuan terpadu yang mencakup fakta, aturan, generalisasi, dan teori yang telah divalidasi oleh program dengan cara yang tepat.

3.        Metode pencarian dan pencarian khusus dalam bidang ini.

4.        Metode pencarian dan pencarian khusus dalam bidang ini.

 

Bidang Pengetahuan Yang Terorganisir dan Pendidikan

Orang terdahulu menyatakan bahwa “setiap isi kurikulum berasal dari ilmu pengetahuan yang telah terorganisir”. Dan ia melihat bahwa pengetahuan yang diorganisasikan adalah bagian dari kebutuhan kurikulum. Itu karena merujuk kepada pemahaman bahwa ilmu pengetahuan yang terorganisir bagian penting dari pendidikan. Dan dia melihat bahwa “ pengetahuan yang terorganisir untuk pembelajaran, atau dikemas dalam bentuk khusus untuk belajar mengajar.” Dan diikuti bahwa ilmu pengetahuan tidak diorganisir tidak memasuki bagian kurikulum seperti kebutuhan individu dan masalah sosial.

Dan ada 2 jenis orang memandang ilmu pengetahuan. Yang pertama mereka yang memandang bahwa ilmu pengetahuan yang terorganisir adalah ilmu khusus yang digunakan untuk penelitian ilmiah. Sedangkan yang kedua adalah mereka yang berpandangan bahwa pelaku pendidikan membutuhkan organisasi ilmu pengetahuan yang lain. Dan dia memberika definisi terhadap ilmu pengetahuan bahwa ilmu pengetahuan adalah bagian dari belajar mengajar. Ini sebagaimana di katakan oleh Astar Faushay sebelumnya. Penyusunan bidang pengetahuan membutuhkan usaha yang besar agar memungkinkan untuk dipelajari. Dan itu memungkinkan mengatur pengalaman di sekolah berlandasakan kemampuan murid untuk mendapatkan pengalaman berharga dan cara mengaitkan satu sama lainnya.

Dengan ini menjadikan ilmu pengetahuan terorganisir sebagai kunci belajar mengajar. Tetapi melihat tiap kelebihan masing-masing dalam belajar mengajar. Sebagaimana melihat kemampuan kecerdasan dan kemampuannya dalam belajar dan dari kemampuan guru memberikan pemahaman terhadap suatu ilmu pengetahuan. Dan inilah perbedaan definisi dari pendidikan, ilmu pengetahuan. Dan bekerja sama dalam membangun kurikulum. Dan yang terjadi ini menjadikan perluasan yang begitu besar terhadap ilmu pengetahuan. Pada akhir ini dengan mengatakan bahwa kekuatan ilmu pengetahuan sebenarnya adalah kemampuanya dalam mengaitkan berbagai pengalaman dan ilmu pengetahuan yang kadang sulit. Diantaranya adalah bertambahnya pemahaman. Maka ini dinamakan tingkat tinggi. Agar menjadi ilmu pengetahuan bagian dari pembelajaran. Atau agar menjadikan ilmu pengetahuan lebih baik. Harapannya agar perkembangan pemahaman penting seperti  kesederhanaan dalam analisis, konsistensi dalam komposisi, dinamisme dan penjelasannya sebagai berikut:

1.         Kesederhanaan dalam analisis

Konsep-konsep yang membantu pemahaman, memfasilitasi dan mengurangi kendala bidang pengetahuan. Bidang pengertahuan terorganisir di dalamnya terdapat kumpulan kelompok besar pengetahuan dalam kerangka konseptual yang membantu pemahaman bidang yang ditentukan. seprti metode, teori, model, dan lain-lain. Dalam ekonomi mengaitkan elemen yang berbeda dan tidak terhubung dalam konteks dapat dituangkan dalam skema yang membantu interpretasi dan penjelasan. Pengetahuan bertujuan untuk menyederhanakan pemahaman bila hanya menambah beban dan komplikasi maka tidak baik.

2.         Koordinasi dalam mensintesis

Pengetahuan yang terorganisir memili struktur knseptual, yang tidak memperluas pemahaman sama sekali, tetapi mengungkapkan pola-pola penting dalam pengetahuan, dan hubungannya di antara mereka, dan berkaitan dengan sintesis konstruktif. Keutuhan dan koordinasi unsur-unsur ilmu akan menjadikan kurikulum yang bermakna. Dari sini menunjukkan bahwa bidang pengetahuan yang terorganisir adalah bangunan konsep yang kompleks, membedakan kesamaan dengan analisis, itu adalah struktur hieraris. Dan terbukti sebagai satu kesatuan dengan perbedaan Bhineka Tunggal Ika yang meliputi ide-ide di perguruan tinggi. Di sini konsep tidak terpisah, namun saling terikat. Setiap ide baru akan mudah diingat bila berkaitan dengan ide sebelumnya. Sebagaimana manusia yang tidak bisa hidup sendiri.

 

3.         Dinamisasi

Remi Phoenix menyatakan bahwa dengan adanya kemampuan dalam bidang pengetahuan mengarahkan pada lebih banyak pengetahuan dunia. Seperti organisme hidup yang mengandung demi pertumbuhan di dalamnya. dan konsep yang dikandung atas yang mengikat ras, itu juga membutuhkan lebih banyak analisis dan membangkitkan imajinasi yang mengarah ke lebih banyak eksplorasi sampai konstruksi baru fasilitas mental dan lebih banyak materi misteri. dan seperti itu yang dikatakan James Conan tentang pengetahuan ilmiah bahwa pengetahuan yang terbatas pada organisasi sejumlah pengetahuan tidak penting secara ilmiah. Mengapa ras penting itu melarang pengetahuan dan berubah yaitu menghasilkan lebih banyak penelitian dan eksperimen.

Dengan  demikian Phoenix menyimpulkan bahwa penyangkalan dalam bidang disiplin ilmu tidak hanya menampakan konsep tetapi ini harus memiliki kekuatan “generatif”, untuk itu ia Melihatnya sebagai “pendidikan”  yang mengarah pada pemahaman yang lebih dan menghasilkan lebih banyak penolakan, artinya mendidik. 

 

Penelitian di Bidang Pengetahuan Terorganisir  dan Kurikulum

Upaya yang dilakukan dalam  meneliti bidang pengetahuan yang terorganisir adalah mengidentifikasi struktur dan lokasi umum mereka, hubungan di antara mereka, dan metode penelitian di dalamnya. Yang mengarah pada:

1.      Bahwa isi kurikulum dengan tepat mencerminkan sifat dasar pengetahuan tema dan membantu peserta didik untuk mengetahui bagaimana mereka dapat mengakses pengetahuan di bidang ini dan bagaimana memastikan kredibilitasnya, dan untuk mengetahui batasan, kemampuan dan alatnya.

2.      Mempertimbangkan kerangka konseptual, atau struktur dari bidang pengetahuan yang terorganisir, pada akhir kurikulum untuk mencapai integrasi pengalaman manusia di sekitar aspek-aspek tertentu.

Menjelaskan pengalaman ini tentu saja membutuhkan kerja sama para sarjana dan spesialis di bidang cacat dan dengan orang-orang pendidikan  dan psikologi trierian,  dan ini telah menjadi pada disiplin ilmu.

 

 

Tantangan Dalam Membangun Kurikulum Berdasarkan Pengetahuan Yang Terorganisir

kecenderungan untuk membangun kurikulum yang isinya didasarkan pada disiplin ilmu tertentu, diantaranya:

1.    Identifikasi yang tepat dari konsep-konsep yang penting dan utama dari tiap prinsip bidang pengalaman yang terorganisir.

2.    Menentukan awal dan tahapan belajar dan membangun konsep masing-masing bidang.

3.    Melakukan penelitian untuk mengorganisasikan sebagaimana ilmu pengetahuan yang saling terhubung. Dan apa yang harus dirinci dan dipisahkan dalam tiap tingkat pendidikan.

4.    jika pendekatan membagi bidang yang luas yang mencangkup lebih dari satu bidang pengetahuan yang menjadi perhatian dan hubungan antara prinsip-prinsip ini.

 

Klasifikasi Bidang Ilmu Pengetahuan Yang Terorganisir

Bidang pengetahuan yang terorganisir sangat banyak ada persamaan dan ada perbedaan di antara mereka. Oleh karena itu mungkin untuk mengklasifikasikannya. Tujuan utama klasifikasi adalah untuk membuat pengalaman kita dapat dimengerti. Klasifikasi dapat dilakukan berdasarkan negara, warna, bentuk, tanggal penerbitan, atau nilai bahan. Dan siswa dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis kelamin, usia, status ekonomi, atau rasio IQ.

Demikian pula,  bidang-bidang pengetahuan memiliki klasifikasi yang berbeda-beda, sesuai dengan tujuan pengklasifikasiannya. Beberapa di antaranya menggambarkannya berdasarkan asul-usul dan prosesnya.

A.  Klasifikasi Tykociner

Seperti  nikrisinah  dan beberapa diantaranya mengklarifikasi atas dasar apa yang dijamin kurikulum dari kontribusi mereka terhadap pembelajaran siswa seperti Barardi  dan Zelzamah. Dan beberapa dari mereka mengklasifikasikan berdasarkan Uselt Tofind meanings in life (seperti nelip phoenix). Menurut mueller  dasar klasifikasi  ini adalah studi tentang pengetahuan yang terorganisir serta proses mental yang digunakan dalam penelitian, hubungan timbal balik  antara prinsip-prinsipnya dan kondisi sosial yang membantu pertumbuhannya. Diantara tujuan utama klasifikasi ini adalah perorganisasian pengetahuan yang direkam dan berguna dalam mengidentifikasi tujuan utama pendidikan dan dalam memilih konten. 

Mengingat organisasi kurikulum tradisional berdasarkan mata pelajaran akademik dan menghambat komunikasi antara spesialis klasifikasi ilmu pengetahuan.  Saling ketergantungan antara berbagai bidang pengetahuan, dan pencarian hubungan di antara mereka, dapat menawarkan obat untuk fragmentasi pengetahuan. Tycosenter  mengatur 5 zona pengetahuan besar di dalamnya termasuk CNC yang melakukan berbagai fungsi. kami mencantumkan di dalamnya sebagai berikut:

Pertama berfungsi dalam mengembangkan metode komunikasi manusia atau bidang sistem representasi simbolik untuk pengetahuan.

1.      Seni

2.      Simbol pengetahuan

Seni berkaitan dengan kegiatan kreatif dan imajinatif, sedangkan simbol pengetahuan mencangkup ilmu-ilmu matematika Logika dan teori media. seni dan fisiologi menghubungkan dua sektor ini.

Kedua ini mencakup empat sektor ilmiah, yaitu:

1.      Dunia tempat kita hidup, yaitu materi dan ilmu energi, dan mereka termasuk fisika dan kimia.

2.      Ilmu kehidupan yang meliputi botanicum, zoologi, morfologi, atau ilmu sel hidup, Ilmu genetika dan fisiologi. 

3.      Psikologi

4.      Sosiologi termasuk ekologi manusia dan demografi.

Prinsip-prinsip evaluasi menghubungkan ilmu-ilmu ini. Ilmu ini berkaitkan dengan bidang yang mendahuluinya. Dengan ketergantungan pada simbol-simbol pengetahuan seperti halnya ilmu teknologi yang bergantung pada ilmu komunikasi.

Ketiga, Area yang didasarkan pada area masa lalu dan menggunakan pengetahuan yang dicapai dari masa lalu ini dalam mengatur masa kini dan garis untuk masa depan.  Ada 4 hal yaitu:

1.      Ilmu-ilmu yang berkaitan dengan masa lalu, seperti ilmu deformasi alam semesta dan pandangan sejarah

2.      Ilmu yang berkaitan dengan masa depan termasuk pertanian, kedokteran, teknologi dan keamanan sosial

3.      Ilmu-ilmu sosial  atau studi tentang perawatan pemikiran manusia dibanding dengan gerakan mesin dan ilmu organisasi yang bekerja untuk mencapai kerja Sama antara kejahatan dan undang-undang ilmu politik ekonomi dan manajemen.

4.      Ilmu-ilmu transfer  diseminasi dan pengetahuan termasuk pendidikan, menjalankan karir perpustakaan dan jurnalistik.

Keempat,

1.      Ini termasuk ilmu taxologist pengetahuan yang merupakan studi tentang bagaimana pengetahuan baru ketersediaan dan kehancurannya. 

Kelima, ilmu integritasi: ilmu yang mengkaji upaya manusia untuk mencapai apa yang diperoleh dari pengetahuan. Dan usahanya untuk memahami secara menyeluruh dalam ilmu biologi, aqidah, dan ilmu agama.

Tycositer Mengatakan bahwa ada kebutuhan untuk memperkenalkan konsep-konsep pengetahuan ini di masyarakat umum Sehingga peserta didik menyadari ada sistem logika dalam pengetahuan manusia. Menumbuhkan minat, pengetahuan, dan konsep untuk tumbuh sebagai warga negara.

Inber Nicositer  menyatakan bahwa Keterpaduan dalam pendidikan yang didasarkan pada keterkaitan antara bidang yang terorganisasi memerlukan upaya jangka panjang dan butuh kerjasama di bidang ilmu

Seperti yang dikatakan Mueller manfaat memilih konten akan membantu menyajikan jenis organisir dan pengalaman belajar mengajar di sekolah dan di kelas.

B.     Brody, Smith, dan Burnett

Klasifikasi ini adalah bahwa kurikulum terutama terdiri dari konten yang dibagi menjadi pengajaran dan pembelajaran dan dapat membawa perubahan dalam perilaku siswa yaitu perubahan yang diinginkan dari hasil kebiasaan siswa, sifat, mental, keterampilan, dan aspek emosional. Diantaranya adalah:

1.      Studi simbolik meliputi bahasa nasional, asing, dan matematika.

2.       Ilmu dasar meliputi ilmu umum, ilmu hayat dan fisika dan kimia

3.      Studi pertumbuhan dan perkembangan diantaranya adalah alam semesta, organisasi sosial dan budaya.

4.      Mempelajari masalah sosial situasi belajar yang mencangkup 5 bidang yang dipilih berdasarkan kebutuhan siswa dari berbagai bentuk sistem Di mana mereka mendapat jawaban atas pertanyaan seperti: Mengapa kita tahu? Bagaimana kita bisa tahu? apa?

C.     klasifikasi Phillip Phoenix

Menjelaskan bahwa studi analisis tentang pemikiran manusia dapat membawa kita untuk memahami bidang makna yang masing-masing berbeda dalam struktur, metode dan ide dasarnya, serta keterkaitan antara subsistemnya. Yang terbagi ke dalam 6 bagian pemahaman. Dan ke enam hal tersebut adalah:

1.      Simbol ilmu atau alat komunikasi 

Diantaranya bahasa, matematika, dan alat komunikasi yang digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain.

2.      Estetika

Hal ini berkaitan dengan realisasi langsung dari hal-hal individu, dan pola mereka sendiri ini mencakup berbagai seni termasuk musik, seni experensif gerakan dan sastra.

3.      Ilmu percobaan (Empiris)

Itu tergantung pada pengalaman dan pengujian dan itu mencakup ilmu yang menyangkut manusia, makhluk hidup lainnya dan alam yang memberikan kita fakta tentang dunia tempat kita hidup, termasuk ilmu fisika, dan ilmu kehidupan.

4.      Ilmu pribadi (Synnoetics)

Mereka adalah ilmu-ilmu yang berkaitan dengan pengetahuan seseorang tentang dirinya dan tentangnya secara langsung melalui intuisi dalam dirinya. Dan ilmu ini juga menjelaskan hubungan seseorang dengan orang lain, antara aku dan kamu, termasuk juga falsafah hidup, ilmu psikologi, adab, dan asal-usul manusia.

5.       Etika

Ini berkaitan dengan makna moral dan apa yang harus dilakukan dan dipilih seseorang dan itu termasuk hak asasi manusia, hubungan keluarga, kelompok kehidupan biasa dan politik dan ekonimi.

6.      Ringkasan sains komperhensif (Synoptics)

Hal ini berkaitan dengan fungsi integrative. Termasuk sejarah yang mencapai integrasi dalam waktu. Agama dan mutlak, filsafat melegitimasi dan menafsirkan, dan hubungan antara makna empris dan estetika, dan pengetahuan tentang diri dan orang lain di hubungannya.

Pola-pola umum ini, menurut Philip Phonix merupakan kompetensi dasar yang harus dikembangkan pada setiap orang. Dan dengan demikian merekalah yang harus memastikan kesuksesan. Philip phoenix berpendapat bahwa isi pendidikan harus sepenuhnya berasal dari bidang pengetahuan yang terorganisir dimana para spesialis dan peneliti bekerja dengan tingkat efisiensi dan melahirkan ilmu pengetahuan yang berkembangan dan menjadi jelas bahwa ia memiliki ciri khas dan bidang pengetahuan yang menjadi miliknya dan dengan setia mewakili metode penelitian pola pemahaman di bidang ini, sebagian membangkitkan imajinasi dan mendorong inovasi.

 

Klasifikasi Pengetahuan dan Pemilihan Isi Kurikulum

Kami memeriksa tiga klasifikasi bidang pengetahuan sebelumnya, yang dapat di pikirkan dan bermanfaat ketika memilih konten kurikulum, dan memilih bidang yang menarik bagi sekolah.

1.      Klasifikasi ini menyangkut hubungan timbal balik antara dua prinsip adat dan ketergantungan mereka satu sama lain, dan konsistensi. Juga menyoroti kesenjangan di anatara mereka yang perlu membangun jembatan agar mereka dapat saling berhubungan.

2.      Bahasan klasifikasi ini bertujuan untuk mencapai pendidikan umum individu, pendidikan yang luas dan komprehensif yang mencankup simbol-simbo- pengetahuan dan studi estetika.

Ilmu-ilmu sosial dan ilmu-ilmu dasar, studi perkambangan dasar, ilmu-ilmu simbolik, ilmu emperis, ilmu etika, kemasyarakatan, ilmu kebaikan inklusi dan integrasi hingga manusia untuk mencari kehidupan kriteria pemilihan konten.

 

Kriteria Pemilihan Isi Kurikulum

Bagaimana cara memilih bidang pengetahuan terorganisir, apa yang kita masukkan dalam kurikulum? Apa alasan yang kami perhitungkan dalam pilihan ini?

Fitroh Holr menyatakan seperangkat pengetahuan yang sangat dibutuhkan seperti kebiasaan jujur, melegkapi satu dengan lainnya seperti kebutuhan murid, meningkatkan perhatiannya, maanfaatnya, kelompok belajar, interaksi sosial, dan sebagainya. Yang diuraikan sebagai berikut:

a.         Kriteria Dasar

1)   Keabsahan (Validity)

Hakikat materi memilki banyak arti, diantaranya:

Ia bermakna sebagai bagian dari hubungan antara materi dan tujuan yang diharapkan. Makna ini menjelaskan materi menjadi benar bila mengandung sebuah nilai yang sengaja dicapai.

Makna lainnya dari materi yang baik yaitu keterkaitan pengetahuan. Seperti keterkaitan antara ilmu pengetahuan dengan kehidupan sehari-hari. Hal tersebut berarti cara menuju pengetahuan. sehingga mencerminkan pengetahuan ilmiah kontemporer, kareana perubahan yang ingin dicapai.ini berlaku untuk yang lama seperti menerapkan penguasa dan teori yang mengatur fakta-fakta serta metode.

Menjelaskan posisi, hakikat, teori pemahaman, dan unsur dari ilmu pengetahuan kontemporer. Di sana dibutuhkan keberlanjutan pemantapan materi dari ilmu pengetahuan dan konsep-konsep. Yang dibutuhkan oleh zaman.

Arti ke 3 dari materi yang benar diungkapkan oleh Hilda Thalib, yang menyatakan bahwa agar memasukkan ruh semangat untuk melakukan peneitian dan metode penelitian yang dibutuhkan. Diharapkan ini dapat meningkatkan kebenaran sebuah materi.

Arti keempat terkait dengan keikhlasan isinya, yaitu apa yang ada karena kebiasaan atau tradisi bahwa kondisi politik sosial tidak menjamin bahan studi yang jujur dan bermanfaat. Hoyler memberikan contoh dengan mempelajari antropologi dalam studi sosial, meskipun dapat berguna dalam belajar tentang budaya, perubahan budaya, sifat manusia dan sarana komunikasi, situasi, sosial, fakta atau peristiwa sejarah di tutup karena tidak dimaksudkan untuk ditangani oleh keadaan politik.

2)                                                           2) Arti penting (Significance)

Maksud dari signifikasi adalah materi lebih penting dari pada penelitian ilmiah. Apabila asas/dasarnya lebih baik dari pada ilmu pengetahuan yang terdapat dalam materi. Apakah apa yang dimaksud dari pengetahuan dan pemahaman yang lebih luas dari penelitian ilmiah ? Apakah membantu dalam memecahkan masalah ? Apakah membantu dalam mengatur kebenaran ? dan membantu dalam memisahkannya ? Apakah membantu pengetahuan dan pemahaman dalam menemukan hal baru? Apakah ini membantu dalam melewati rintangan?

Bidang-bidang pengetahuan agar menjadi bagian dari bidang-bidang lainnya. Seperti pandangan wujud, pandangan ilmiah, pemahaman tentang kehidupan, atau pemahaman lainnya yang tumbuh dan berkembang.

Dengan berbagai sifat ini yang menjadi alasan pemilihan materi, menjadikannya luas dalam integrasi dan penerapan. Dan lebih banyak bukti pentignya materi dlaam pembelajaran, kehidupan, dan penerapannya.

b.    Kriteris kelengkapan

Ini adalah apa yang diperhitungkan setelah mengamati kriteria dasar karena melengkapinya, mendukungnya, dan ketika memilih alternatif yang setara dimana semua kriteria terpenuhi. Sebabnya adalah:

c.    Memperhatikan kebutuhan dan minat siswa

Semakin banyak konten yang terkait dengan kebutuhan minat dan pengalaman pembelajaran semakin baik untuk mengomentari mata pelajaran opsional atau menentukan dasar contoh aplikasi kerangka kebutuhan kerja ilmuan dan minatnya.

d.    Mafaatnya (utillity)

Bahan yang berguna bagi pelajar dalam memecahkan masalah masa kini dan masa depan. Kadang kala dibutuhkan persiapan berupa pendidikan sesuai dengan keinginan/pekerjaan.

e.    Digunakan dalam kehidupan sosial

Kesesuaian dengan realitas sosial. Beberapa pengetahuan membantu mengarahkan siswa bertahan terhadap dunia dimana ia tinggal.

Tujuan umum studi tentang Pendidikan umum, mungkin lebih memenuhi kriteria ini, karena dapat lebih membantu dalam memahami dunia kontemporer, dan demikian pula studi tentang hepatitis mungkin lebih sesuai dengan realitas kita dari pada studi Aids.

f.     Kemauan untuk belajar (learnability)

Hal ini berkaitan dengan memperhatikan kemampuan siswa dalam berinteraksi berinteraksi. Yang berarti mempertimbangkan usia dan kemampuan pelajar ditingkat kesulitan tertentu.

Abstrak Artikel

Konten dan pengetahuan

Kami tahu bahwa isinya meliputi pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai yang dipilih diantara jumlah pengetahuan manusia sepanjang sejarah dan bahwa pemilihan ini dibuat menurut kriteria yang diantaranya telah dibahas. Anatara konten pengetahuan zeiss membedakan dalam hal Pendidikan konten adalah rekaman symbol, gambar visual, dan tujuan yang disertakan. Pengetahuan maknanya yang ditulis individu dari hasil interaksi antara energi potensial dari konten pelajar. Ilmu itu ada siapa yang mempelajari siapa untuk menuainya. Dari interaksi pembelajaran yang dibebaskan di catat dalam buku dijelaskan oleh guru diterjemahkan ke pengetahuan sendiri.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PONDASI BANGUNAN KURIKULUM